Serba-SerbiTips dan Artikel

Stop Bulying Dengan Refleksi Diri

(Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)

Perundungan (Bulying) merupakan salah satu isu yang saat ini menjadi tren terjadi di masyarakat termasuk para pelajar, baik di kantor, sekolah dan tempat-tempat lainnya. Tidak terkecuali di Pondok Pesantren. Hal semacam ini merupakan sebuah kedzoliman yang harus dihentikan, apalagi jikalau dilihat dari kaca mata agama islam, sebagaimana Allah SWT berfirman  dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”.

Sebagai Sekolah Penggerak, dalam Implementasi kurikulum Merdeka di SMP-SMA Terpadu Babussalam, di Bulan Maret 2023 telah memasuki tema ke 2 dengan mengangkat isu bullying ini, Temanya adalah “Bangunlan Jiwa dan Raganya”dengan topik “Stop Bullying dengan Refleksi Diri”.

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 05 – 11 Maret 2023. Dimulai dengan pemahaman tentang bullying yang dibahas mendatangkan pemateri dari tim Ahli Psikologi “SARASWATI” Tasikmalaya. Yang mengenalkan pengertian bullying, jenis bullying, sampai bagaimana efek negative dari pelaku dan korban bullying itu sendiri. Kegiatan ini diikuti dengan sangat antusias yang luar biasa, karena dari tim Ahli langsung membuat simulasi macam-macam praktek bullying, sehingga lebih gampang difahami oleh siswa.

            Tahap berikutnya siswa dibawa untuk merefkeksi diri (Bermuhasabah), apakah pernah dari mulai masih kecil sampai dewasa melakukan Tindakan bullying ataukah justru menjadi korban. Jikalau pelaku bullying mereka disadarkan akan bahayanya prilaku buruk tersebut, dengan diberikan pemahaman bagaimana kalau yang dia menjadi korbannya. belum lagi dosa besar yang diakibatkan dari hinaan tersebut yang mana sering dibahas dalam pengajian-pengajian di Pondok Pesantren Babussalam.

            Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan Poster sebagai kampanye anti bullying yang nantinya akan menjadi pengingat mereka jikalau melakukan bullying Kembali. Sedangkan bagi korban bullying mereka diajarkan arti memaafkan sesama, dengan begitu tidak ada lagi rasa dendam di hati, serta dijelaskan pahala yang besar bagi orang yang bisa memaafkan kesalahan orang lain.

Kegiatan ini Diahkhiri dengan penanda tanganan petisi yang ditanda tangan dan dipajang di halaman sekolah semagai komitmen bersama untuk tidak lagi melakukan bullying.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *