Tips dan Artikel

Munggahan Di Pondok

Seluruh masyarakat muslim dunia, begitupun Indonesia, melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Di tengah masyarakat Sunda, ada beberapa tradisi yang dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan diantaranya budaya munggahan yang sudah dilakukan secara turun temurun dilakukan tiap tahun, tak terkecuali para santri di Pondok Pesantren Babussalam.

Munggahanitu sendiri berasal dari bahasa Sunda. Ada yang mengartikan ‘sampai ke’ ada juga yang menafsirkan dari kata unggah yang artinya naik. Kedua-duanya sama, bahwa artinya sudah sampai ke bulan Ramadhan atau sudah naik bulan Ramadhan. Yang dikerjakan biasanya Botram(makan bersama), beberesih dengan kuramas (keramas). Meminta maaf kepada orang lain, termasuk membersihkan tempat ibadah dan makam keluarga.

Tahun 2021 ini para santri-santrian pondok pesantren mengadakan ngaliwetbersama, dengan menu-menu khas daerah masing-masing. Untuk menambah kesemangatan para santri dalam memasak, pada diadakan foodshow di akhir acara yang ditilai oleh para asatidz dan asatidzah sebagai jurinya. Anak-anak santri sangat antusias dalam kegaitan ini, karena ada beberapa kategori kejuaraan, dari mulai juara masakan terenak, masakan terunik dan hiasan terbaik.

Ditahun sebelumnya biasanya diakhir dengan ziaroh ke maqom sesepuh di gunung boer untuk berdoa kepada Allah SWT supaya dikuatkan dalam melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah yang lainnya selama bulan ramadhan. Namun dikarenakan masih pandemic dan pelarangan berkerumun dengan jumlah yang banyak, maka berdoa dilakukan di pondok pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *